Dia mengatakan hal seperti ini, "Aku tidak peduli atas keadaan susah dan senangku, karena aku tidak tahu manakah diantara keduanya itu yang lebih baik bagiku.."
Well, walaupun , sebenernya dari sananya dia udah keren banget tanpa kata-kata itu juga.
Cuma, karena lagi berusaha memahaminya, rasanya sikapnya itu benar-benar sesuatuh.
Contohnya saja kita, kalau lagi susah, selalu berdoa, hilangkanlah kesusahan ini ya Allah, atau yg lebih buruk, malah mengeluhkan segalanya. Bukan berarti berdoa minta dimudahkan kesusahanya itu salah. Tetep bener, karena berdoanya toh, tetep ke Allah.
Cuma liatlah seberapa hebat dan seberapa kuat itu Khalifah Umar ra. Dia
gak peduli dg keadaan senang atau keadaan susahnya, dia gak akan
mengeluhkanya, dan dia hanya gak perduli. Karena ngerti, ada kalanya,
justru keadaan susah itu jauh lebih baik buat kita, kesusahan yang
disikapi dengan sabar, pahalanya gak terbayangkan. Dan gak selalunya,
keadaan susah itu keadaan yang buruk buat kita.
Dan meskipun gue bisa pahampun, tetep saja, kalau susah, selalu berdoa utk dimudahkan, dikurangkan susahnya.
Walaupun gue kadang bener-bener sadar, bahwa justru saat susah itu jadi lebih deket ke Allah, gue tetep minta dimudahkan.
Kurang bersukurkah??
Ehmmm, lebih dari itu, gue cuma sangat lemah. Jangan bandingkan, bahkan jangan berani bandingkan dg pertanyaan seperti, apakah aku bisa sekuat Khalifah Umar ra?
Oh Allah, aku jg pengin sekuat dia, Khalifah Umar ra.
Dan meskipun gue bisa pahampun, tetep saja, kalau susah, selalu berdoa utk dimudahkan, dikurangkan susahnya.
Walaupun gue kadang bener-bener sadar, bahwa justru saat susah itu jadi lebih deket ke Allah, gue tetep minta dimudahkan.
Kurang bersukurkah??
Ehmmm, lebih dari itu, gue cuma sangat lemah. Jangan bandingkan, bahkan jangan berani bandingkan dg pertanyaan seperti, apakah aku bisa sekuat Khalifah Umar ra?
Oh Allah, aku jg pengin sekuat dia, Khalifah Umar ra.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar